Prinsip Copywriting 2: 'Gunakan Bahasa Positif'

Asep Koswara | seppidealiz
0 Pembaca

Bahasa dalam copywriting sebaiknya juga dipikirkan dan diolah sedemikian rupa sehingga bukan Bahasa negative yang keluar. Bahasa yang digunakan sebaiknya memang Bahasa yang memiliki nilai-nilai positif karena itu lebih menguntungkan. Tahukah anda bahwa penggunaan Bahasa ini sangat sensitive dan perlu diperhatikan dengan baik?

prinsip copywriting Gunakan Bahasa Positif

Kenapa Harus Pake Bahasa Positif?

Dalam proses penawaran dan promosi, yang kita kejar tidak hanya dari segi logika prospek namun juga emosi. Karena emosi ini terkadang sangat sensitive, maka pendekatan terhadap emosi ini harus dilakukan dengan baik. Teknik copywriting adalah salah satu cara untuk mendekati emosi prospek calon pembeli. Kalau kita menggunakan Bahasa negative yang menyinggung mereka, maka apakah mereka mau untuk membeli dari anda? Tentu dia akan tidak senang dan akhirnya berhenti membaca.

Bagaimana Bahasa Positif itu?

Bahasa yang positif adalah Bahasa-bahasa halus yang memang sesuai dengan etika dan nilai-nilai budaya serta agama dalam masyarakat. Artinya Bahasa yang digunakan itu adalah Bahasa yang bisa memberikan sinyal-sinyal positif sehingga tak ada orang yang kecewa, tersinggung dan juga tidak enak hati mendengar atau membaca kata-kata yang kita tulis dalam ads copy yang kita buat. Hindari beberapa penggunaan kata-kata yang bisa menyinggung, menimbulkan komplik, kebencian, dan lainnya. Sebaliknya, hadirkanlah penggunaan Bahasa-bahasa yang mencerahkan, sesuai fakta, punya rasa kepedulian terhadap masalah pembeli dan lainnya.

URL:
BloggerPenulis adalah tempat sharing beragam informasi seputar dunia akademis, blogging, marketing, designing, copywriting, reviewing, dan banyak dan lainnya.

Artikel Terkait

Prinsip Copywriting 2: 'Gunakan Bahasa Positif'
4/ 5
Oleh