Apa Bedanya Selling dan Marketing?

Selain sering mendengar kata ‘selling’, kita juga sering mendengar istilah ‘marketing’. Apakah kedua kata itu memiliki perbedaan arti ataukah sama? Terkadang selama ini, kita menyamakan maksud dari kedua ‘kata’ tersebut padahal sebetulnya berbeda. Ada ungkapan ‘Selling is marketing but marketing is not always selling’. Jelas, ‘selling’ itu bagian dari ‘marketing’ sedangkan marketing tidak hanya melulu tentang ‘selling’. Artinya Marketing itu lebih luas cakupannya karena berhubungan dengan pengaturan pasar (market), sedangkan selling hanya sebatas menjual saja (sell). Namun demikian perlu diketahui bahwa ‘Selling adalah Ujung Tombak dari Marketing’

Selling di Era Baru Digital

Kini kita hidup di era modern dimana banyak hal dilakukan dengan menggunakan media digital. Dengan istilah lain bisa dikatakan bahwa dunia digital ini telah membawa dan memberi banyak perubahan pada aktivitas manusia. Apa saja? Ada banyak hal yang dulunya dilakukan secara langsung face to face, kini cukup dilakukan dengan mudah dengan menggunakan media internet termasuk dalam aktivitas bisnis dan penjualan

Dalam dunia penjualan atau selling, media digital ini telah memberikan banyak keuntungan dan kelebihan yakni  memudahkan semua proses promosi dan juga transaksi menjadi lebih efektif dan efisien. Dalam hal promosi, media ini bisa menekan biaya yang harus dikelurkan. Namun demikian perubahan pangsa pasar juga harus diperhatikan dengan baik karena memang akan berpengaruh pada penerapan teknik dan strategi selling.

Teknik dan Pola Selling Modern

Teknik dan strategi selling yang diterapkan dalam proses penjualan berbasis digital tentunya memiliki perbedaan dengan yang sering dilakukan dalam penjualan secara langsung. Setidaknya ada beberapa hal yang perlu diperbaiki, dimodifikasi dan ditambahkan teknik-nya. Semua itu pastinya menyesuaikan dengan kondisi dan juga psikologi konsumen di era baru ini.

Baca Juga


Kemunculan era baru ini sebaiknya disikapi dengan seksama oleh para pelaku marketing. Perkembangan bisnis memang selalu dinamis dan cepat berubah. Mereka yang bertahan adalah yang mampu menyeimbangkan dan mengikuti semua proses perubahan era tersebut. Karenanya dibutuhkan kemauan untuk mau melihat fakta di lapangan dan belajar kembali hal-hal baru yang sebelumnya belum sempat dipelajari karena belum terjadi demikian.
0 Suka Share

7 Teknik Selling yang Terbukti Ampuh

Dalam selling ada beberapa pola dan teknik selling yang biasa digunakan bahkan bertahan sampai saat ini. Beberapa diantaranya cukup popular dan beberapa lainnya tidak begitu banyak digunakan. Atau dalam teknik selling biasanya bersipat berkesinambungan dan saling mempengaruhi.

Untuk mengetahui teknik selling, sebaiknya anda ketahui terlebih dahulu proses dari selling itu sendiri. Setelah tahu proses selling, maka kita juga akan tahu tekniknya. Teknik biasanya diterapkan dan berada dalam tiap-tiap proses selling itu sendiri. Sebetulnya ada banyak sekali teori yang menyebutkan tahapan-tahapan dalam teknik selling, namun setidaknya kalau coba diringkas dari banyak pendapat, berikut ini ‘’Steps of the Sale’’ secara umum:

  1. Approach the Customers
Sebelum mulai menjual sesuatu, kita diharuskan untuk mendekati konsumen terlebih dahulu. Pendekatan pada konsumen ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik dan potensi dari pasar. Dalam melakukan pendekatan ini, anda bisa gunakan beberapa teknik.
  1. Determine the Needs
Dalam melakukan pendekatan terhadap konsumen, kita juga sebaiknya sambil mencari tahu tentang apa yang diibutuhkan oleh konsumen. Ada dua pilihan dalam selling; menjual sesuatu yang dibutuhkan oleh konsumen atau menjual sesuatu agar konsumen beli. Mana yang lebih bagus?
  1. Present the Product
Setelah kita mengetahui apa yang memang dibutuhkan oleh konsumen, selanjutnya yang harus kita lakukan adalah menyediakan apa yang Dibutuhkan tersebut. Dengan kata lain, kita bertugas sebagai penyedia apa yang dibutuhkan itu baik dalam bentuk barang (goods) ataupun jasa (service).


Baca Juga

  1. Overcome objection
Dalam menyediakan apa yang dibutuhkan sebaiknya tidak asal menyediakan kebutuhan tersebut akan tetapi lebih baik jika apa yang kita sediakan itu bisa mengatasi masalah konsumen. Artinya kita menyediakan sesuatu yang memang dibutuhkan untuk mengatasi beberapa masalah dari para calon konsumen khususnya yang terjadi di masyarakat.
  1. Suggest sell
Setelah semuanya sudah siap, maka hal selanjutnya yang harus anda lakukan adalah menyarankan orang-orang untuk membeli produk yang anda tawarkan itu. Kita menawarkan produk tersebut agar banyak orang mau membeli produk tersebut. Tentu itu dilakukan dengan memperhatikan beberapa teknik penjualan. Nah, sebetulnya teknik suggest sell ini juga nanti akan banyak dibahas dalam closing karena punya hubungan yang sangat erat,
  1. Close the sale
Tingkat keuntungan dari sebuah proses selling adalah di close the sale. Artinya kita hanya akan dapat keuntungan berupa uang kalau kita berhasil menjual. Dengan kata lain, kita untung kalau ada yang beli. Percuma kita punya banyak target market dan consumer kalau yang beli sedikit. Dalam hal closing, caranya tidaklah mudah karena memang ada beberapa teknik khusus yang bisa kita lakukan dan praktekan sebagaimana akan lebih focus dibahas dalam tulisan-tulisan di halaman berikutnya.
  1. Build Relationship
Setelah close the sale, sebaiknya kita tidak membiarkan orang-orang yang telah beli dari kita ‘lolos’ atau bebas. Artinya kita masih tetap harus memfollow-up nya karena bisa saja berpotensi untuk mendapatkan pembelian berikutnya. Dengan kata lain, kita bisa membangun hubungan dengan para pembeli tersebut sehingga bisa menjadi pelanggan tetap kita.

Demikian konsep ‘selling’ secara teori dan fakta kondisi yang terjadi saat ini. Dengan memahami konsep diatas, diharapkan kita bisa menjadikannya sebagau bahan pemahaman dan juga persiapan ‘practical action’ dalam penjelasan selanjutnya.
0 Suka Share

3 Cara Mengcopy Blog yang Tidak Bisa di Copy atau Diproteksi

Hallo temen-temen, kali ini saya akan sharing tentang cara mengcopy blog yang tidak bisa di copy. Nah, mungkin tutorial ini sudah ditunggu-tunggu oleh sobat semuanya ya.. Ya, terkadang saat kita mengerjakan tugas atau kebutuhan lain, kita butuh searching dari situs web atau blog milik orang lain. Nah, saat ada beberapa bagian yang sangat kita butuhkan, lalu kita ingin meng-copy-nya, namun eh ternyata gak bisa di copy.. Tentu hal itu akan membuat pusing apalagi jika sobat masih pemula dan belum tahu banyak tentang cara mengambil tulisan tersebut..

Cara Mengcopy Blog yang Tidak Bisa di Copy

Nah, kalai ini saya akan sedikit sharing tentang beberapa pilihan cara yang bisa dilakukan untuk meng-copy-nya.. Sobat bisa simak baik tentang cara mengcopy blog yang tidak bisa di copy tersebut dibawah ini ya.. Silahkan untuk lebih detail, sobat juga sebaiknya langsung praktik saja agar bisa tahu hasil yang bisa didapatkan nantinya ya.. disini saya akan berikan setidaknya ada tiga cara yang bisa sobat lakukan ya, apa saja? Yuk cek dalam penjelasan berikut ini:

1# Lewat Inspect Elemen

Nah cara pertama yang bisa sobat lakukan adalah dengan inspect element. Cara ini memang cukup bagus untuk dilakukan karena memang cukup standar. Namun sebagian diantaranya juga terkadang menganggap cara ini cukup ribet dan tidak bagus untuk dijalankan. Nah, langsung saja bagaimana cara yang harus dilakukan..
  • Buka page yang akan anda copy..
  • Klik kanan >>Inspect element (paling bawah)
  • Klik tanda panah di bagian sisi kiri..
  • Klik bagian tulisan/artikel yang akan dicopy
  • Klik copy>>copy element
  • Kemudian paste di bagian html bloggspot.com atau wordpress, lalu pindahkan ke versi text, lalu copy lagi bagian yang ingin dicopy dan kemudian paste di dokumen ms words

Baca Juga

2# Lewat Do Not Allowed JavaScript

Kemudian cara selanjutnya yang bisa anda lakukan adalah dengan menyetting bagian java script yang ada di browser anda. Biasanya yang paling mudah adalah dengan menggunakan chrome ataupun juga mozila firepox. Nah adapun cara dan prosedur yang bisa anda lakukan sebetulnya cukup simple namun memang butuh waktu untuk melakukannya. Berikut ini adalah beberapa cara yang bisa anda lakukan, diantaranya:
  • Klik bagian ujung kanan atas (strip 3)
  • Klik Setting
  • Scrol dan klik privacy
  • Cari bagian JavaScript
  • Jangan centang ‘allow site to run Javascript’
  • Silahkan reload page yang akan anda copy..

3# Tulis Ulang (Manual)

Nah cara selanjutnya yang bisa anda lakukan adalah dengan menulisnya ulang secara manual. Nah cara ini memang paling lama karena memang dilakukan secara manual. Tinggal pilih saja, apakah anda mau mengetik ulang atau tidak. Biasanya kebanyakan tak mau melakukan cara ini karena memang ini adalah cara paling standard an kadang membutuhkan waktu dan usaha. Akan tetapi sebetulnya kalau untuk kebutuhan tugas, sebaiknya anda tulis ulang dengan gaya Bahasa sendiri sehingga tidak akan dianggap plagiat.
Nah demikian sobat beberapa cara mengcopy blog yang tidak bisa di copy yang bisa anda lakukan. Silahkan dipraktekan,. Selamat mencoba dan semoga berhasil ya..
0 Suka Share