Dilemasi Diantara Dualisme Peran Mahasiswa


Berbicara tentang mahasiswa memang tidak akan pernah ada ujungnya dan bahkan dianamisasi yang terjadi menjadi semakin rumit dan susah untuk dipahami. Mahasiswa sebagai insane akademis dan mahasiswa sebagai aktivis organisatoris adalah dua hal yang seru untuk dibicarakan. That’s why? Karena dua hal ini yang sering menjatuhkan mahasiswa dan begitupun sebaliknya hal ini juga yang bisa menyadarkan mahasiswa untuk mencapai derajat mahasiswa sejati.
 
Pemahaman pergantian status dari ‘siswa’ ke ‘mahasiswa’ adalah hal dasar yang paling penting untuk dipahami dan disadari. Ketika seseorang berhasil memahami itu semua, maka dapat dipastikan ke’mahasiswaan’nya dapat dipertanggungjawabkan. 

Seseorang yang memahami dunia mahasiswa sebagai tempat dimana mencari ilmu yang kemudian dituntut untuk mendapatkan nilai bagus , lulus dengan cepat dan dengan mudah mendapatkan pekerjaan yang layak- tentunya hal itu tak sejalan dengan peran mahasiswa yang sesungguhnya. Peran mahasiswa yang harusnya bisa berperan sebagai kader umat dan kader bangsa yang akan menjadi generasi penerus estafet kepeminpinan selanjutnya, jelas sangat sulit untuk didapatkan karena ia hanya focus menjadi mahasiswa akademis saja. 

Organisasi merupakan sebuah wadah yang bisa menampung aspirasi, ide dan pemikiran perbaikan yang kemudia bisa di ekseskusi dengan nyata. Pentingnya organisasi sering dikatakan bahwa organisasi adalah kampus kedua dan kampus pertamanya adalah kuliah. Dengan berorganisasi adalah merupakan sebuah jawaban dari fungsi dan peran mahasiswa terhadapa sosial dan perbaikan masalah bangsa.

Itu semua artinya, jika seseorang hanya memperhatikan akademis saja tanpa mau berorganisasi, maka patut dipertanyakan esensi dan makna dari kemahasiswaannya. Dan hal itupun terjadi sebaliknya seseorang yang mengatakan dia aktivis organisasi dan lupa kewajiban yang diemban dari orangtuanya untuk mencari ilmu lewat kuliah, maka dia pun perlu ditanyakan juga kemahasiswaannya. Mau tidak mau kita harus bisa mensinergikan keduanya agar didapat title mahasiswa yang sebetulnya mahasiswa atau gelar mahasiswa sejati.

Cara Membuat Id Card Google dengan Mudah



Memiliki tanda pengenal memang sangat perlu termasuk tanda pengenal secara online. Google adalah salah satu search engine terbesar, dan anda sebagai pengguna alangkah baiknya memiliki tanda pengenal seperti berikut:

Adapun langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:

1. Anda harus memiliki akun google+
2. Buka Profile Google Plus anda (jika belum tau, ketahui dengan mengklik url ini plus.google.com/u/0/me)
3. Temukan nomor Google Plus anda dan kemudian Copy
4. Buka http://mygoogleplus.de/id
5. Masukan (klik paste) di box yang tersedia nomor Google Plus anda, (ingat, masukan nomor saja tidak perlu dengan https://)
6. Klik tombol Create my Google+ License!
7. Klik kanan di gambar, lalu klik view image
8. Klik kanan lagi, dan kemudian klik save image as
9. Simpan di Folder yang anda inginkan
10. Selesei..

Itulah cara membuat id card google, semoag bermanfaat..!!!